Berangkat dari firman Allah, “Dan berilah peringatan, karena sesungguhnya peringatan sangat bermanfaat bagi kaum yang beriman.”(Qs. adz-Dzariyat [51]: 55), saya mengingatkan diri saya pribadi dan saudara sekalian dengan beberapa perkara yang penting dan beberapa permasalahan yang saya melihatnya sebagai urusan yang sangat sentral.
Adapun perkara yang pertama dan pangkal dari setiap perkara dan masalah adalah aqidah, yaitu iman kepada Allah swt, mentauhidkan Allah, penguasa alam raya. Kita tidaklah tercipta untuk kesia-siaan, tidak pula hilang percuma, akan tetapi kita tercipta untuk beribadah kepada Allah dengan sebenar-benarnya, “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku.” (Qs.adz-Dzariyat[51]: 56)
Sungguh, seandainya manusia mengetahui untuk apa mereka diciptakan, maka tidaklah mereka terlengah dan tertidur, karena sesungguhnya mereka tercipta untuk suatu urusan yang besar dan pokok bagi kehidupan mereka. Kecintaan kita kepada Allah dan rasul-Nya haruslah menurut ajaran dan mengikuti Rasulullah saw, “Katakanlah: jika kalian mengaku mencintai Allah, maka ikutilah jalanku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, dan Allah Mahapengampun dan pengasih.” (Qs. Ali Imran[3]: 31)
Rasulullah juga bersabda, “Wajiblah bagi kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk setelah aku.” Inilah jalan keselamatan, jalan kebahagiaan, jalan kepemimpinan, jalan kebaikan dan kesuksesan dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Ketiga, al-Manhaj, yaitu berjalan di atas jalan Rasulullah saw dan para sahabatnya yang mulia serta generasi-generasi yang dimuliakan (salafusshalih, red). Manhaj pertengahan, sebagaimana Allah berfirman, “Dan demikianlah Kami jadikan kalian sebgai umat pertengahan.” (Qs.al-Baqarah[2]: 143). Maka janganlah berlebih-lebihan dan janganlah mengurangi, janganlah boros dan janganlah pelit. Juga firman-Nya, “Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan itu dan janganlah mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena pasti kalian bercerai-berai dan menjauh dari jalan-Nya.” (Qs. al-An'am [6]: 153)
Inilah jalan yang harus diikuti oleh setiap muslim di setiap jaman dan tempat, terutama pada jaman-jaman akhir seperti sekarang, di mana banyak terjadi penyelewengan dari manhaj pertengahan.
Keempat, Ilmu, yaitu ilmu tentang Kitab Allah dan ilmu tentang Sunnah Rasulullah saw, ilmu tentang halal dan haram, ilmu tentang petunjuk dan kesesatan, ilmu tentang kebenaran dan kebatilan. Seorang muslim dituntut untuk mengetahui hukum-hukum agamanya, karena tidak mungkin ia beribadah kepada Allah berdasarkan kebodohan. Bagaimana Anda Shalat, sementara Anda tidak mengetahui hukum-hukumnya, demikian juga haji dan seluruh ibadah yang lain, oleh karenanya wajiblah bagi setiap muslim membekali dirinya dengan ilmu yang bermanfaat.
Banyak di antara manusia dari kalangan muslimin tidak mengetahui Islam dan hakikat Islam, mereka terjatuh pada kesalahan-kesalahan dan penyelewengan yang tidak sedikit, baik dalam ibadah, aqidah, muamalah, dan akhlak. Kebodohan mereka inilah yang menyebabkan keterpurukan mereka, dan juga karena mereka meremehkan menuntut ilmu.
Allah telah mewajibkan hamba-Nya menuntut ilmu, demikian juga Rasulullah telah bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan mencari ilmu maka Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga.” Dalam untaian hikmah dinyatakan, “Beruntunglah kamu dengan ilmu, karena kamu akan hidup selamanya“, “Manusia akan mati, dan ahli ilmu akan hidup selamanya“. Kaum muslimin juga dituntut untuk membaca dan bertanya kepada ulama, jika mereka tidak mengetahui tentang agama mereka.
Kelima, perkara yang mengikuti ilmu yaitu: Amal shalih, sesuai dengan firman Allah, “Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan huda dan agama yang haq”, huda yakni ilmu yang bermanfaat sedangkan agama yakni amal shalih. Allah berfirman, “Demi masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, saling berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran.” (Qs. al- 'Ashr[103]: 1-3).
Tidaklah cukup bagi seseorang hanya dengan belajar dan mengetahui, ia harus mengamalkan ilmunya dengan baik.
Problema umat Islam saat ini adalah mereka berjumlah sangat banyak, akan tetapi sedikit dari mereka yang mempunyai ilmu dan mampu mengamalkannya. Mereka menyebut dirinya muslim, tetapi mereka enggan melaksanakan shalat. Mereka mengaku muslim, tetapi tidak dapat mencegah dirinya dari berbuat riba, zina, penyelewengan, durhaka kepada orangtua, memutus silaturahmi dan dari berbuat apa-apa yang telah Allah dan rasul-Nya haramkan.
Dari:Dr.Syaikh Abdurrahman as-Sudais
Tidak ada komentar:
Posting Komentar