Munculnya berbagai madzhab dalam Islam seharusnya menjadikan umat Islam semakin cerdas dalam memahami khazanah perbedaan yang ada. Pada dasarnya, semua ulama menginginkan kemajuan Islam, walaupun terkadang mereka terkesan lugas. Oleh karena itu saya tetap menghormati mereka.
Sebagai pengikut madzhab Imam Syafi'i yang mempunyai komitmen kuat dalam memegang teguh kepada al-qur’an dan sunnah, kita juga harus banyak belajar tanpa jemu untuk ilmu pengetahuan diniah. Orang bodoh yang tidak mau belajar itu namanya jahil murakkab (bodoh yang bertumpuk-tumpuk)
Salah satu alasan mengapa saya banyak menulis buku tentang Imam Syafi'i, yakni karena kekaguman saya atas perjuangan beliau dalam memajukan Islam melalui ilmu. Beliau adalah ulama yang luas ilmunya, serta ikhlas dalam mengajarkan dan menuliskannya. Sedangkan kapasitas keilmuannya tidak diragukan lagi.
Banyak yang bertanya kepada saya, bagaimana bisa menjadi ulama besar dengan karya yang banyak pula. Saya selalu menjawab bahwa ilmu itu adalah suatu yang mulia dan agung. Butuh totalitas dalam belajar. Jangan menyia-nyiakan sedikit pun waktu untuk sesuatu yang tidak berguna. Nabi Muhammad saw juga mengajarkan kepada kita, “Carilah ilmu dari ayunan sampai liang lahad”.
Untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat, hendaklah tidak pelit dalam mengajarkan ilmu diniah kepada orang lain. Dengan begitu Allah juga akan menganugerahkan ilmu yang banyak. Azzam saya, sampai akhir hayat nanti akan selalu belajar ilmu syariat Islam dan mengajarkannya.
Islam Adalah Agama Kasih-Sayang
Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Menghormati hak-hak semua makhluk yang diciptakan oleh Allah azza wa jalla. Al-qur’an memuat semua itu dengan sempurna. Jika kemudian ada tuduhan bahwa Islam sumber dari kekerasan, itu merupakan tuduhan yang tidak beralasan.
Dalam kitab suci al-qur’an diterangkan bagaimana seharusnya seseorang menjadi baik melalui keluarga terdekatnya. Tidak boleh ada kedhaliman di antara mereka atas lainnya. Tidak boleh ada kata-kata kasar, menghina dan mencerca. Sungguh ini ajaran yang indah dan sempurna
Nabi Muhammad saw juga memberikan motivasi kepada umatnya, bahwa manusia terbaik adalah manusia yang paling baik terhadap keluarganya. Barangsiapa yang tidak menyayangi anak dan istrinya, sungguh dia jauh dari ajaran Islam sebenarnya.
Dinul Islam menyebar ke berbagai penjuru dunia secara damai. Islam tidak pernah masuk dengan cara kekerasan atau pemaksaan. Islam sangat menghargai toleransi dan menjunjung tinggi adanya perbedaan di tengah masyarakat.
Salah satu contohnya di Indonesia. Islam masuk ke Indonesia secara damai. Tidak ada peperangan atau pertumpahan darah. Begitu juga dengan masuknya Islam ke Brunai, Malaysia, Thailand, dan Philipina. Semuanya masuk dengan damai dan penuh kasih-sayang.
Menyebarnya Islam ke berbagai penjuru dunia dengan cara damai, menunjukkan bahwa dakwah Islam adalah dakwah perdamaian. Hal inilah yang perlu dikobarkan dan dilestarikan kembali di tengah masyarakat.
Berbagai konflik yang terjadi di negara-negara Islam dapat diatasi dengan cara membangun persaudaraan dan mengembangkan semangat saling menghargai antar sesama. Dan kembali kepada Allah dengan menjadikan al-qur’an sebagai sebuah pilihan terbaik.
Semoga Allah selalu melindungi umat Islam di Indonesia ini serta seluruh umat Islam di dunia. Khususnya bagi saudara kita yang dirampas harta benda, tanah, dan haknya, yaitu negeri Palestina. Amin ya rabbal a'lamin. (Disarikan dari pidatonya saat kunjungan di Indonesia)
Dari:Prof. Dr. Wahbah Zuhaili
Tidak ada komentar:
Posting Komentar