Barang siapa menjadikan ALLAH wali dalam hidupnya.
Maka dia menjadi wali-NYA.
Barang siapa menjadikan ALLAH berkedudukan khusus dalam hidupnya.
Maka ALLAH mengkhususkan diri-NYA.
ALLAH itu tergantung (Dhon) para hambanya.
Barang siapa berbaik sangka (husnudhon) dengan ALLAH
Niscaya mendapatkan husnudhon-NYA.
Itulah sebabnya.
Jangan sekali-kali berkeluh kesah.
Dengan kenyataan yang di terimah dan di rasakan.
Semua sudah di tetapkan dalam lauh mahfudz.
ALLAH tidak pernah salah dalam menetapkan takdir para hamba-NYA.
By:Abuya Lutfi Muhammad bin Zain bin Ali al-ya' quby al-Mutawakkily
By:Abuya Lutfi Muhammad bin Zain bin Ali al-ya' quby al-Mutawakkily
Tidak ada komentar:
Posting Komentar